Pernah ga berpikir, asal sudah sholat, puasa, dan zakat..enough…kamu uda jadi muslim yang baik????…jujur..saya pernah berpikir seperti itu..
Namun, setelah banyak baca baik buku atau artikel dan juga diskusi, saya mulai merenung, apakah Islam itu agama yang egois (asal saya masuk surga sudah cukup)???
Tidak..ternyata pemahaman saya yang salah, menjadi muslim yang baik saja tidak cukup…Islam itu bukan agama individual yang mementingkan diri sendiri…
Kita sering mendengar bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di bumi, menjadi khalifah yang mana gunung2pun tidak sanggup menanggung amanah tersebut, yang bahkan malaikat yang paling tunduk pada ketetapan Allah-pun mempertanyakan kesanggupan manusia..
Apa sih khalifah itu??mungkin terjemahan bebasnya adalah pemimpin atau lebih tepatnya pengelola, klo di perusahaan mungkin bisa disamakan dengan manajer, seperti pada zaman kekhalifahan ada Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan sebagainya…
Khalifah…seorang khalifah adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap binaannya, anak buahnya, bawahannya, anaknya, keluarganya…bahkan dikatakan setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri..Sang pemilik raga bebas melakukan apa saja bagi organ tubuhnya, namun walaupun pasrah, mereka juga akan protes jika sang pemilik raga terlalu berlebihan atau bahkan menelantarkan diri mereka. Disitulah dibutuhkannya kearifan seorang khalifah, dan untuk itulah manusia dikaruniai akal dan nurani.
Jadi, segala sesuatu yang bersentuhan dengan kita, berinteraksi dengan kita, menjadikan kita bertanggung jawab terhadapnya untuk mengelolanya dengan baik dalam kadar yang berbeda2..
Di zaman sekarang, dimana manusia semakin terelaborasi oleh kapitalisme dan semakin individualis, apakah tugas manusia sebagai khalifah tetap relevan?
Justru di zaman yang penuh dengan kejahiliyahan ini, kita sebagai muslim harus menemukan jati diri sejati sebagai khalifah di muka bumi ini. Sebagai agen Allah dengan membawa visi Illahi, dan berbekal Islam yang menebarkan rahmatan lil ‘alamin.
It seems too visioner dan me-"langit" sekali…tetapi sejatinya tidak…karena itulah fitrah manusia sesungguhnya, menebarkan kebaikan di penjuru alam ini, kepada seluruh elemen semesta yang bersinggungan dengan kita. Tentu saja, disesuaikan dengan kondisi aktual kita masing2…
For example, bagi yang berprofesi sebagai guru, memiliki visi untuk menjadikan anak2 muridnya generasi robbani, generasi yang mengenal siapa Penciptanya.
Seorang engineer, yang tugasnya melakukan rekayasa untuk peningkatan kualitas hidup manusia, selalu menyeimbangkan antara kemaslahatan manusia dan alam secara menyeluruh..
Seorang istri dan ibu rumah tangga mengabdikan dirinya untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah,warohmah, menjadikan keluarganya sebagai pondasi masyarakat madani.
Jadi, apapun yang kita lakukan bukan semata2 hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk orang lain, untuk semesta alam… jika merujuk Al-Qur’an banyak sekali ayat2 yang membahas tentang muamalah, sosial masyarakat, bahkan pemerintahan. Terdapat juga ayat2 yang membahas sinergi manusia dengan alam, dimana alam diciptakan Allah untuk mem’fasilitasi’ manusia dan keharusan bagi manusia untuk memelihara anugerah Allah tersebut. Hal itu selaras dengan tugas manusia sebagai khalifah, dimana bermasyarakat dan bergaul dengan alam adalah suatu keniscayaan.
Apapun eksistensi kita di muka bumi ini, bawalah selalu misi ke-khalifahan tersebut dalam setiap langkah hidup kita. At least, kita pimpin diri kita sendiri menuju jalan Allah, insya Allah akan timbul empati kita, ghirah kita, untuk mengajak orang tua, saudara, teman, bangsa kita, bahkan seluruh umat manusia untuk meniti jalan tersebut. We’ll find the way…
Karena hidup terlalu singkat untuk disia2kan…berartilah untuk dunia, insyaAllah ada tempat yang baik untuk kita di akhirat kelak…amiin
(yang benar datang dari Allah, yang salah datang dari seorang manusia yang sedang mencari "that way"…mohon dimaafkan)