Sholat yuk
Monday, January 15th, 2007Jadi inget ama temenku…suatu saat dia pernah berkata dengan penuh penyesalan “Duh…tadi pagi kesiangan nih sholat subuhnya..” hampir saja diriku nyeletuk..”sama…dayu juga susaaaah banget bangun subuh, kudu diudag2 dulu ama nyokap..”..:p tapi ternyata dia nerusin..”saya baru kebangun jam setengah 5, padahal uda pasang weker…” gubraaksss…dayu langsung speechless…whew…untung td ga nyeletuk..hehe…padahal waktu itu tuh subuh jam 4 lewat seperempat…
Juga teringat kisah di zaman Rasulullah, dimana salah satu sahabatnya (Umar ato sapa ya…lupa…eh…dilupakan ding…) ketinggalan sholat berjamaah karena terlalu sibuk mengurusi kebunnya, karena sangat menyesal dia merelakan kebunnya tersebut sebagai iqob (denda) untuk menebus kesalahannya…
Subhanallah…penyesalan itu begitu cepat datang kepada mereka…
Banyak hal yang sering kita lalaikan, dan banyak juga yang membuat lalai…
Mungkin yang paling sering kita lalaikan adalah sholat…padahal waktu sholat adalah waktu khusus kita untuk bisa audiensi dengan Allah…private lho…dulu waktu ikut kepanitiaan, temen2 yang kebagian tugas nyari sponsor seneeeeng banget klo dapet kesempatan audiensi ama Manajer PT. A atw Vice President PT. B… Tapi, kenyataannya memang hal inilah yang sering kita lalaikan, disamping karena kesibukan duniawi yang memang melalaikan…mungkin juga karena susah banget untuk sholat khusyu, susah banget untuk ngerasa Allah tuh melihat, mendengar dan menjawab semua bacaan sholat kita, susah banget untuk dapat spiritual sense dari sholat2 yang kita lakukan…jadinya suka ilfil (ilang filling)…trus males deh sholatnya
Saya baru aja selese baca bagian pertama buku Losing My Religion: A Call for Help-nya Jeffrey Lang. Beliau adalah seorang mualaf, guru matematika di Kansas University yang mendapat hidayah untuk menjadi muslim pada usia 28 tahun…
Berikut beberapa kutipan dari buku tersebut yang sangat menyentuh hati saya:
Pada awal perkenalannya dengan Islam yang dia peroleh dengan mentadaburi Al Qur’an, dia merasakan sensasi spiritual yang sangat kuat (sebelum Islam dia adalah seorang atheis)…bahkan dia dapat sholat dengan kerendahan hati dan perasaan berdosa yang amat tulus…sehingga sholatnya bisa berlangsung lama sekali dan melumatkan hatinya dalam penyesalan…
Namun, adakalanya dia tidak merasa dekat dengan Allah, diapun bertanya2… mengapa Allah menjauhinya????dia bermohon agar Allah mengizinkannya merasakan balutan kasih sayangNya, mengizinkannya mengetahui ketentraman dan ketenangan yang dulu melimpahinya…namun, meskipun memohon tiada henti, sholatnya masih saja hambar…
Akhirnya setelah lama merenung dan bertanya2, dia mendapat jawabannya, yaitu:
Pertama, ada jaminan Allah dalam Al-Qur’an bahwa Allah selalu dekat, mendengar dan mengabulkan doa2 kita, sekalipun kita sering melupakannya (Q.S. 2:186)
Kedua, sewaktu tidak merasakan kekhusyukan, ada banyak pelajaran yang dapat diperoleh dari sholat, diantaranya sholat sebagai sumber kekuatan dan sebuah istirahat spiritual.
Ketiga, ada masanya Rasulullah tidak mendapat wahyu dari Allah setelah wahyu pertama turun (5 ayat surat Al-‘Alaq), pada saat itu Rasul menjadi resah, bertanya2 mengapa Allah tidak lagi menurunkan wahyu untuknya… Jika Rasulpun pernah mengalami saat2 seperti itu, jadi kita tak perlu rewel untuk memprotes Allah atas kehambaran sholat kita…
Yang perlu dilakukan adalah sholat dan sholat terus…niat hanya karena Allah, sambil terus berkaca diri apakah kita telah kehilangan kekhusyukan dalam sholat, atau telah berbuat dosa atau mengalami kemunduran iman….
Teruslah beribadah dengan tekun, memperbaiki diri, memetik banyak hikmah sholat dan menyerahkan urusan pengalaman spiritual kepada Allah, Pemilik segala sesuatu…
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa; jika dia berdoa kepadaku, hendaklah dia memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah dia beriman kepada-Ku agar dia selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. 2:186)
Wallahu’alam
Sayup2 terdengar suara Mba Fuj…”Day, sholat yuuuuk…” Dan suara saya menjawab..”bentar mba…nanggung…lagi upload blog…”
Ups…astaghfirullah…
Mba Fuj…sering2 ingetin dayu ya….:D